losari

losari dan gelandangan kecil adalah sahabat

uforia malam menyesakkan dan mengecilkan etalase renungan

dan akhirnya hanya pada perahu nelayan itulah kutemukan sahabatku

ia sendiri.

sedari tadi bergoyang kesana kemari

sepertinya ombak tak pernah berhenti bercanda dengan perahu nelayan itu.

uforia losaripun semakin bising

tapi ombak dan perahu nelayan itu punya permainannya sendiri

kau

dalam tiap kiasan kata dalam sajak-sajakku

kau adalah alasan untukku menuis

Rinduku pada senjamu

Aku ingin memandang senja di kali baru

Seperti senja yang ku tinggalkan tanpa sempat ku peluk dan berpamitan di kotaku

Aku kehilangan pesona senja di kali baru

Dan haripun layu tanpa sempat meninggalkan nubuat untuk kali baru

Sebab nubuat yang tak berwujud hanya akan menjadi mainan anak-anak di sini

11-06-08 ( gang salak-kali baru, Jakarta )

di helai-helai rambumu

Malam tanjung bayang

Aku hanya tiba-tiba ingin menjadi suara ombak laut

Yang di nyanyikan alam dan di iringi malam

Adakah kau ingin menjadi angin malam

yang menggandeng tanganku untuk bernyanyi

tiba-tiba aku sadar

suara ombak laut sangat jauh untuk ku samai

tidak. Aku tak bisa menjadi apa-apa selain menjadi manusia

tapi maafkan aku,

aku hanya tiba-tiba ingin menjadi suara ombak laut saja

30/08/2008

di bawah kaki jakarta

di hari pertama, jakarta menyambutku dengan hiruk pikuk “anak-anaknya”.
aku ingin mencari capung dan kupu-kupu
tapi mereka telah lama mati, dan  di kuburkan di balik asap-asap kendaraan dan bising caci maki klakson…

sesungguhnya perasaaanku  di salib  diantara  benci dan cinta
tapi aku ingin memahami ini sebagai sebuah fase.. sebuah perkenalan
dan memang terlalu cepat jika harus mengambil salah satu dari perasaaan itu
bukankah manusia tak pernah benar-benar dapat membenci atau mencintai sesuatu.
sebab dalam diri manusia terdapat seribu musim..

jakartapun tampak seperti lapisan hirarki
aku ingin mencium jakarta, dan barangkali dia akan balik menciumku
biarkan jakarta menjadi pembenci atau pecinta.
tapi aku tetaplah aku, seperti yang kau kenal dulu temanku..

Pada Helai Rambutmu Neng

Kau tak pernah lupa tempat ini Neng

Seakan kau adalah putri lautan

Dalam dan anggun

Dan aku telah berubah menjadi butiran pasir

Tempatmu berbaring

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!