Oktober 30, 2008 pada 5:24 pm (perjalanan)
losari dan gelandangan kecil adalah sahabat
uforia malam menyesakkan dan mengecilkan etalase renungan
dan akhirnya hanya pada perahu nelayan itulah kutemukan sahabatku
ia sendiri.
sedari tadi bergoyang kesana kemari
sepertinya ombak tak pernah berhenti bercanda dengan perahu nelayan itu.
uforia losaripun semakin bising
tapi ombak dan perahu nelayan itu punya permainannya sendiri
1 Komentar
Oktober 30, 2008 pada 5:14 pm (Uncategorized)
dalam tiap kiasan kata dalam sajak-sajakku
kau adalah alasan untukku menuis
Tinggalkan sebuah Komentar
September 6, 2008 pada 1:46 pm (Uncategorized)
Aku ingin memandang senja di kali baru
Seperti senja yang ku tinggalkan tanpa sempat ku peluk dan berpamitan di kotaku
Aku kehilangan pesona senja di kali baru
Dan haripun layu tanpa sempat meninggalkan nubuat untuk kali baru
Sebab nubuat yang tak berwujud hanya akan menjadi mainan anak-anak di sini
11-06-08 ( gang salak-kali baru, Jakarta )
Tinggalkan sebuah Komentar
September 6, 2008 pada 1:26 pm (perjalanan)
Malam tanjung bayang
Aku hanya tiba-tiba ingin menjadi suara ombak laut
Yang di nyanyikan alam dan di iringi malam
Adakah kau ingin menjadi angin malam
yang menggandeng tanganku untuk bernyanyi
tiba-tiba aku sadar
suara ombak laut sangat jauh untuk ku samai
tidak. Aku tak bisa menjadi apa-apa selain menjadi manusia
tapi maafkan aku,
aku hanya tiba-tiba ingin menjadi suara ombak laut saja
30/08/2008
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 5, 2008 pada 4:08 am (perjalanan)
Tags: Add new tag
di hari pertama, jakarta menyambutku dengan hiruk pikuk “anak-anaknya”.
aku ingin mencari capung dan kupu-kupu
tapi mereka telah lama mati, dan di kuburkan di balik asap-asap kendaraan dan bising caci maki klakson…
sesungguhnya perasaaanku di salib diantara benci dan cinta
tapi aku ingin memahami ini sebagai sebuah fase.. sebuah perkenalan
dan memang terlalu cepat jika harus mengambil salah satu dari perasaaan itu
bukankah manusia tak pernah benar-benar dapat membenci atau mencintai sesuatu.
sebab dalam diri manusia terdapat seribu musim..
jakartapun tampak seperti lapisan hirarki
aku ingin mencium jakarta, dan barangkali dia akan balik menciumku
biarkan jakarta menjadi pembenci atau pecinta.
tapi aku tetaplah aku, seperti yang kau kenal dulu temanku..
Tinggalkan sebuah Komentar
Mei 26, 2008 pada 9:19 am (Uncategorized)
Kau tak pernah lupa tempat ini Neng
Seakan kau adalah putri lautan
Dalam dan anggun
Dan aku telah berubah menjadi butiran pasir
Tempatmu berbaring
Tinggalkan sebuah Komentar
Mei 19, 2008 pada 2:07 pm (Uncategorized)
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
& Komentar